Perbedaan Slow Charging, Medium Charging, dan Fast Charging EV di Indonesia
- Jatim Raya Group

- Jan 6
- 3 min read

Panduan Praktis untuk Rumah, Kantor, dan Area Publik – oleh NISO Electric
Seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik (Electric Vehicle / EV) di Indonesia, pemahaman mengenai jenis pengisian daya (charging) menjadi semakin penting. Baik untuk pemilik rumah, pengelola gedung, maupun pelaku bisnis, memilih jenis charger yang tepat akan berdampak langsung pada kenyamanan, biaya listrik, serta desain instalasi kabel dan conduit.
Artikel ini membahas secara sistematis perbedaan slow charging, medium charging, dan fast charging, dilengkapi contoh kasus penggunaan serta jaringan SPKLU di Jakarta, Jawa Tengah, dan Surabaya, dengan pendekatan praktis yang relevan untuk instalasi listrik menggunakan produk NISO Electric.
Prinsip Dasar: Daya Charger vs Waktu Pengisian
Secara logis, waktu pengisian bergantung pada:
Kapasitas baterai EV (kWh)
Daya charger (kW)
Efisiensi sistem (±90%)
Rumus sederhana:
Waktu (jam) ≈ Kapasitas baterai (kWh) ÷ Daya charger (kW) ÷ 0,9
Contoh EV dengan baterai 60 kWh:
7 kW → ±9–10 jam
22 kW → ±3 jam
50 kW → ±1–1,5 jam (biasanya 20–80%)
1. Slow Charging (AC Low Power)
Kisaran daya: < 7 kW (umumnya AC)
Lokasi umum: Rumah tinggal, ruko, parkiran kantor kecil
Karakteristik:
Paling lambat
Beban listrik relatif ringan
Ideal untuk overnight charging
Contoh penggunaan:
EV dipakai harian jarak pendek
Mobil diparkir 8–12 jam di rumah
Implikasi instalasi:
Kabel dan conduit tetap harus rated continuous current
Cocok menggunakan pipa conduit PVC NISO dan kabel sesuai arus kerja
2. Medium Charging (AC Medium Power)
Kisaran daya: 7–22 kW (AC)
Lokasi umum: Mall, perkantoran, apartemen, hotel
Karakteristik:
Waktu charging moderat
Umumnya masih memakai AC onboard charger mobil
Menjadi standar paling populer di area komersial
Contoh kasus:
Parkir 2–4 jam di mall atau kantor
Armada operasional dengan jadwal tetap
Contoh vendor & lokasi:
Implikasi instalasi:
Perlu perhitungan penampang kabel lebih serius
Cable duct & conduit NISO membantu manajemen kabel rapi dan aman
3. Fast Charging (DC Fast Charging)
Kisaran daya: ±25–55 kW (DC)
Lokasi umum: Rest area tol, SPKLU kota besar, hub EV
Karakteristik:
Pengisian sangat cepat
Menggunakan DC langsung ke baterai
Infrastruktur & biaya paling tinggi
Contoh lokasi:
Jakarta: SPKLU Rest Area Jagorawi, Gambir
Jawa Tengah: Semarang (Balai Kota), Solo
Surabaya: Area pusat kota & rest area strategis
Fast charging cocok untuk:
Perjalanan jarak jauh
Taksi listrik / ride hailing
Area dengan rotasi kendaraan tinggi
Catatan Penting: Ultra Fast Charging
Beberapa lokasi kini menyediakan Ultra Fast Charging (≥100–200 kW), terutama oleh PLN, dengan waktu pengisian jauh lebih singkat. Namun, ini memerlukan:
Daya trafo besar
Proteksi listrik industri
Manajemen kabel dan jalur instalasi yang sangat ketat
Relevansi Produk NISO untuk Ekosistem EV
Walaupun NISO Electric tidak memproduksi EV charger, produk NISO berperan penting dalam infrastruktur pendukung, seperti:
Pipa conduit PVC & flexible conduit
Cable duct & aksesoris instalasi
Manajemen jalur kabel di rumah, gedung, dan area komersial
Instalasi charging EV adalah beban arus kontinu, sehingga kualitas conduit dan jalur kabel tidak boleh diabaikan. Produk NISO dirancang untuk membantu instalasi:
Lebih rapi
Lebih aman
Lebih mudah dikembangkan ke depannya
Kesimpulan
Jenis | Daya | Waktu | Cocok untuk |
Slow Charging | <7 kW | 8–12 jam | Rumah |
Medium Charging | 7–22 kW | 2–4 jam | Mall, kantor |
Fast Charging | 25–55 kW | 1–1,5 jam | SPKLU, tol |
Dengan memahami perbedaan ini, pengguna dan pengelola bangunan dapat merancang instalasi listrik EV-readysecara lebih efisien—dan di sinilah solusi conduit dan cable management dari NISO Electric menjadi bagian penting dari sistem yang aman dan berkelanjutan.





Comments