Panduan Lengkap Troubleshooting & Instalasi Sistem Mesh dengan Ethernet Backhaul Menggunakan Produk NISO
- Jatim Raya Group

- Aug 14, 2025
- 2 min read

Jaringan internet yang stabil dan cepat adalah kebutuhan utama di rumah maupun kantor. Sistem mesh dengan router berkualitas seperti Ruijie dan TP-Link, jika dikombinasikan dengan pengaturan yang tepat, mampu memberikan jangkauan luas, kecepatan maksimal, dan koneksi yang andal.
Untuk performa terbaik, ada dua langkah penting:
Mengubah modem+router bawaan ISP menjadi modem saja (bridge mode).
Menghubungkan node mesh menggunakan ethernet backhaul yang dilindungi pipa conduit dan cable duct NISO agar instalasi rapi, aman, dan tahan lama.
1. Mengubah Modem+Router ISP ke Mode Bridge
Perangkat bawaan ISP (misalnya IndiHome, Biznet, First Media) biasanya berfungsi sebagai modem sekaligus router. Hal ini bisa menyebabkan double NAT dan mengurangi efisiensi jaringan. Dengan bridge mode, fungsi routing dimatikan dan kontrol penuh diberikan ke router utama.
Langkah aktivasi bridge mode:
Hubungkan laptop/PC ke modem ISP via kabel LAN.
Buka browser, masukkan IP default modem (umumnya 192.168.1.1).
Login menggunakan akun bawaan ISP atau akun yang telah diubah.
Masuk ke menu WAN Settings atau Mode Operasi.
Pilih Bridge Mode atau Modem-Only Mode.
Simpan pengaturan dan restart modem.
Jika opsi tidak tersedia, hubungi ISP untuk mengaktifkannya.
2. Menghubungkan Router Utama ke Modem ISP
Setelah modem berada di bridge mode:
Sambungkan kabel ethernet dari port LAN modem ISP ke port WAN router utama (Ruijie/TP-Link).
Masuk ke pengaturan router utama.
Atur WAN Connection Type sesuai rekomendasi ISP (sering kali PPPoE) dan masukkan username/password ISP.
Simpan dan cek koneksi internet.
3. Menghubungkan Sub Router pada Sistem Mesh Menggunakan Ethernet Backhaul
Ethernet backhaul adalah metode terbaik untuk memastikan setiap node mesh menerima kecepatan penuh tanpa terpengaruh interferensi Wi-Fi.
Langkah umum:
Tempatkan sub router (node mesh) di area yang membutuhkan penguatan sinyal.
Gunakan kabel ethernet (minimal Cat6) untuk menghubungkan sub router ke main router.
Lakukan pairing sesuai merek:
Ruijie:
Buka aplikasi Ruijie Cloud → Add Device → Mesh Mode → ikuti panduan pairing hingga terhubung.
TP-Link (Deco/Archer):
Buka aplikasi TP-Link Deco atau Tether → Add Node/Add Satellite Router → ikuti instruksi hingga terdeteksi backhaul ethernet.
Manfaat ethernet backhaul:
Kecepatan gigabit penuh di semua node.
Koneksi stabil tanpa drop sinyal.
Fleksibilitas penempatan node lebih jauh dari router utama.
4. Troubleshooting Mesh via Ethernet
Jika koneksi mesh via ethernet bermasalah:
Pastikan port LAN/WAN berfungsi.
Perbarui firmware router.
Gunakan LAN tester untuk memverifikasi koneksi.
Ulangi proses pairing pada aplikasi.
5. Proteksi Kabel Ethernet dengan Produk NISO
Kabel ethernet yang tidak dilindungi rentan terhadap:
Gigitan tikus.
Tekanan fisik.
Paparan panas atau kelembapan.
Solusi proteksi NISO:
Pipa Conduit PVC – ideal untuk instalasi dalam dinding atau jalur tertutup.
Cable Duct – untuk penataan kabel rapi di permukaan dinding/plafon.
Fitting Conduit – memudahkan belokan dan percabangan tanpa merusak kabel.
6. Tips Instalasi Profesional
Gunakan conduit dengan diameter minimal 1,5× diameter kabel untuk memudahkan penarikan.
Hindari sambungan tengah pada kabel ethernet.
Beri label pada ujung kabel untuk memudahkan identifikasi.
Gunakan warna duct yang serasi dengan dinding untuk estetika.
Kesimpulan
Dengan mengubah modem ISP ke mode bridge, menggunakan router utama berkualitas, menghubungkan node mesh melalui ethernet backhaul, dan melindungi kabel dengan conduit atau cable duct NISO, installer dapat menciptakan jaringan yang:
Stabil dan cepat.
Rapi dan aman.
Tahan lama serta mudah dikelola.
Pendekatan ini bukan hanya meningkatkan kualitas jaringan, tapi juga memberikan kesan profesional yang meningkatkan kepuasan pelanggan.





Comments